Random Post

Rabu, 20 Mei 2009

Program pembangunan yang di galakkan Pemkab Pasbar untuk daerah terisolir.telah membuahkan hasil.terbukti saat ini jumlah daerah yang terisolir dan daerah tertinggal di Pasbar mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Kepala Bapeda Pasbar Rubaldi didampingi Kabid Sosial Budaya Wisra Indra mengatakan tahun 2009 ini telah didapatkan 10 daerah terisolir dan 33 daerah tertinggal di Pasbar.
”Dibandingkan 2008 lalu jumlah daerah terisolir jauh mengalami penurunan. Dari 23 kejorongan sebelumnya, tahun menjadi 10 kejorongan,”jelas Wisra Indra.
Penempatan daerah terisolir dan tertinggal di Pasbar ini,kata Wira Indra, berdasarkan Keputusan Bupati Pasbar No.188.45/ 160/Bup-Pasbar/ 2009 tentang penetapan desa/jorong tertinggal dan terisolir di Pasbar tahun 2009. Daerah terisolir tersebut antara lain, Jorong Rantau Panjang Nagari Sasak (Kecamatan Sasak Ranah Pasisie), Jorong Tombang Nagari Sinuruik ( Kecamatan Talamau) dan Jorong Rura Patotang Nagari Parit (Kecamatan Koto Balingka). Sedangkan daerah tertinggal diantaranya Jorong Maligisasak,”Pulau Panjang Kecamata Sungai Beremas dan Sitabu Kecamatan Sungai Aur,”terang Wira
Program membuka keterisoliran daerah itu untuk mengatasi ketinggalan pembangunan serta mempercepat laju pembangunan ekonomi masyarakat. Dengan semakin terbukanya daerah pedalaman itu, maka perekonomian masyarakat akan semakin lancar.
”Jika jalur transportasi terbuka, maka pertumbuhan perekonomi masyarakat akan semakinbaik,” ujarnya. Upaya membenahi infrastruktur jalan di daerah terisolir itu diharapkan bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi dari potensi yang dimiliki.
Bupati Pasbar Syahrian berjanji akan terus berupaya secara bertahap membuka jalan-jalan baru ke daerahterpencil. ”Kalau jalan telah ada, angkatan kemiskinan dan kebodohan pasti akan bisa ditekan,”

0 komentar:

Poskan Komentar